Pemkab Tanah Bumbu Tegaskan Dukungan terhadap Pelestarian Budaya
Hadir mewakili Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Bumbu, Eryanto Rais, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya prosesi adat yang sarat makna ini.
“Melestarikan budaya bukan hanya menjaga warisan fisik atau seremoni semata, tetapi juga merawat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya—yakni semangat gotong royong, rasa syukur, dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
Eryanto Rais juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh adat, dan masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan acara ini. Ia berharap prosesi ini berjalan lancar, khidmat, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Tanah Bumbu.
Massorong Olo: Simbol Kesakralan dalam Mappanre Ri Tasi’e
Ketua Lembaga Adat Ade Ogi Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabatan, menegaskan bahwa inti dari upacara ini terletak pada ritual massorong olo, yakni prosesi mengantar sesaji ke laut sebagai simbol persembahan dan doa.
“Tradisi ini adalah wujud nyata rasa syukur nelayan kepada Tuhan atas karunia hasil laut. Ia telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat pesisir Pagatan,” ungkap Fawahisah.
Menurutnya, massorong olo tidak hanya memegang peranan penting secara spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik budaya dan wisata yang kuat. Ribuan mata selalu menantikan momen saat perahu nelayan membawa sesaji melintasi lautan, menciptakan suasana yang penuh keharuan dan kekhidmatan.
Fawahisah berharap, melalui momentum pelaksanaan tahun ini, Pesta Laut Mappanre Ri Tasi’e dapat kembali masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sebagai salah satu ikon budaya yang layak mendapat perhatian nasional dan internasional.
Warisan Leluhur yang Terus Dijaga
Tradisi Mappanre Ri Tasi’e bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Dengan terus dijaga dan dikembangkan, diharapkan masyarakat Tanah Bumbu tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat jati diri sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan spiritualitas.